Menu

Mode Gelap

Bisnis · 20 Feb 2023 11:32 WIB ·

Fokus Pada Pemberdayaan, PT Flobamor Jalani Program yang Menyentuh Masyarakat di Kawasan TNK


 Fokus Pada Pemberdayaan, PT Flobamor Jalani Program yang Menyentuh Masyarakat di Kawasan TNK Perbesar

Ayonusantara.com – PT Flobamor akan mulai menjalankan sejumlah program pemberdayaan yang akan langsung menyentuh masyarakat yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Direktur Operasional PT Flobamor Abner Esau Runpah Ataupah menjelaskan, program yang dilakukan PT Flobamor bukan hanya fokus pada sejumlah destinasi yang ada di Kawasan TNK tapi juga kepada masyarakat.

“Program nanti yang akan langsung menyentuh masyarakat,” tegas Runpah kepada awak media Kamis (16/02/2023).

Runpah menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat nantinya akan disalurkan melalui kelompok-kelompok.

“Selama ini ada sejumlah kelompok yang sudah dibentuk oleh BTNK. Kelompok-kelompok ini nantinya akan tetap kita jaga dan yang pasti tetap berkoordinasi dengan BTNK,” jelas Runpah

Untuk kelompok tani kata Runpah, pihak PT Flobamor akan menyiapkan bibit untuk ditanam. Bibit itu terdiri dari bibit sayur, bibit lombok dan tomat.

“Kita juga akan beri pelatihan-pelatihan kepada para petani yang ada di dalam kelompok tani sehingga ketika sayur, lombok dan tomat itu dipanen hasilnya sangat memuaskan. Begitu juga dengan kelompok-kelompok yang lain,” jelas Runpah

Runpah menjelaskan, hal yang dilakukan oleh PT Flobamor bukan saja sampai pada pelatihan kepada petani. PT Flobamor juga kata dia, akan membeli hasil panen sayur, lombok dan tomat pada petani.

“Jadi sistemnya nanti, kita yang beri Bibitnya dan hasilnya kita yang akan beli. Sehingga masyarakat tidak susah-sudah untuk menjualnya. Karena pegawai kita ada yang tinggal di sini (Loh Liang), jadi semua kebutuhan sayur, lombok dan tomat itu tidak perlu jauh-jauh beli di Labuan Bajo. Karena di Desa Komodo itu ada,” ujarnya

Dirinya berharap, dengan program-program yang akan diberikan PT Flobamor, masyarakat turut berdapatkan hasil yang memuaskan di sejumlah sektor, bukan saja pada Pariwisata tapi juga pada pertanian.

Di sisi lain, Runpah juga menjelaskan bahwa untuk ke TNK saat ini wisatawan dapat menggunakan aplikasi INISA.

Sistem Wildlife Komodo Aplikasi INISA resmi diluncurkan di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) NTT Jumat (29/07/2022).

Sejak diluncurkan Sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA memberikan kemudahan bagi wisatawan.

Ada sejumlah fitur layanan yang telah terbagi menjadi 6 di antaranya:

✓ Sentra Tagihan
Dalam sentra tagihan bisa melakukan transaksi pembelian pulsa internet dan data dan bayar berbagai macam tagihan lainnya.

✓ Sentra Wisata
Di sentra wisata ditawarkan transaksi pembelian tiket wisata, akomodasi dan aktivitas menarik lainnya.

✓ Pembayaran Digital
Transaksi keuangan diera modernisasi saat ini tak lagi menggunakan uang cash, karena itu aplikasi INISA menawarkan transaksi digital dengan metode QRIS dan metode pembayaran digital lainnya.

✓ Sentra Pajak
Aplikasi INISA juga bisa melayani pembayaran pajak.

✓ PeduliLindungi
Untuk mempercepat layanan check-in dan check-out PeduliLindungi dari aplikasi INISA.

Runpah menjelaskan selain fitur layanan di atas, aplikasi INISA saat ini memberikan sistem keamanan yang tinggi.

“Data pengguna terenkripsi dan dilindungi oleh sistem keamanan tertinggi,” katanya Kamis (05/01/2023).

Aplikasi INISA saat ini dapat diunduh di Play Store dan App Store dilengkapi dengan berbagai layanan publik lainnya.

“Di antaranya, sentra kependudukan, sentra wisata, sampai dengan Bantuan sosial. Masyarakat bisa membayar pajak PBB, tagihan listrik, BPJS Kesehatan, membeli produk dari UMKM lokal sebagai oleh-oleh, sampai dengan melakukan pembelian kebutuhan wisata seperti tiket kapal, tiket pesawat, booking hotel, rental mobil, dan pembelian Sistem Kontribusi Wildlife Komodo beserta penggunaan manfaat-manfaat programnya,” terang Runpah

Runpah menjelaskan, penggunaan aplikasi tersebut sudah sesuai dengan rekomendasi dan perhitungan yang diperoleh dari hasil kajian Daya Dukung Daya Tampung Berbasis Jasa Ekosistem (DDDTJE) oleh Tim Ahli IPB.

Karena itu, kunjungan wisatawan ke kawasan konservasi akan dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp15.000.000 per 4 orang per tahun.

Sistem Wildlife Komodo dibuat guna mengatur tata kelola kunjungan dan aktivitas para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo, Pulau Padar dan kawasan perairan di kawasan Taman Nasional Komodo.

Wildlife Komodo di aplikasi INISA kini dapat diakses dan dipakai wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Komodo.

“Sebelum berkunjung, wisatawan harus mendaftar dan melakukan reservasi digital lewat aplikasi INISA yang bisa diunduh di Play Store (Android) dan App Store (IOS),” katanya.

Pembelian melalui aplikasi INISA juga kata dia, akan menjadi wujud nyata biaya kontribusi wisatawan untuk kelestarian wilayah TNK.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Klarifikasi Ketua FOKAL Labuan Bajo Soal Besaran Uang Pangkal dan Dasar Hukum Pendirian

31 Mei 2024 - 13:24 WIB

Hotel Loccal Colection Promosikan Pariwisata Labuan Bajo Pada Ajang WTM di London

10 November 2023 - 04:08 WIB

Aksi Bersih Pantai dan Tur Edukasi Pengelolaan Sampah di Labuan Bajo

23 September 2023 - 08:13 WIB

BTNK Harap Flobamor Komit Tingkatkan Pelayanan

28 Agustus 2023 - 04:19 WIB

Untuk Sementara Flobamor Kembali Tetapkan Biaya Pemandu Wisata di TNK Sesuai Tarif Lama

31 Juli 2023 - 04:56 WIB

Manipulasi Tiket di TNK, Pemandu Wisata dan Pihak BTNK Diduga Kerjasama

24 Juli 2023 - 01:22 WIB

Trending di Bisnis