Menu

Mode Gelap

News · 2 Nov 2023 08:44 WIB ·

Diiming-iming Uang, Warga Pulau Rinca Nekat Jual Komodo


 Diiming-iming Uang, Warga Pulau Rinca Nekat Jual Komodo Perbesar

Ayonusantara.com- Warga Kampung Kerora Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT nekat menjual binatang satwa liar yang dilindungi berupa anak Komodo dengan harga Rp. 2000.000 Juta per ekor.

Hasil penyelidikan Polres Manggarai Barat menetapkan Empat orang tersangka yaitu H sebagai pelaku utama berasal dari Bali, I pelaku yang mengkomunikasikan, M dan A pelaku yang menangkap anak Komodo yang berasal dari Manggarai Barat.

Wakapolres Manggarai Barat Kompol Budi Guna Putra mengatakan kedua pelaku yang menangkap dan menjerat anak Komodo ini diiming-iming oleh pelaku utama dengan uang Rp. 2000.000 per ekor, sementara pelaku yang mengkomunikasikan itu dibayar Rp. 500000 ribu per ekor.

“Jadi anak Komodo ini ditangkap di Kampung Kerora Pulau Rinca dengan menggunakan alat jerat. Dan menurut keterangan dari mereka ini sudah dilakukan sebanyak 5 kali. Dan tersangka yang menangkap anak komodo ini di pulau Rinca diiming-imingi dengan upah Rp. 2000.000 per ekor dan yang mengkomunikasikan itu diiming-imingi dengan upah Rp. 500.000 per ekor,” ungkap Budi saat gelar press release di Mako Polres Manggarai Barat, Rabu (1/11/2023).

Kompol Budi menyatakan sopir truk yang bermuatan pisang dititipkan oleh pelaku utama tas warnah hitam dan disimpan di bagian dasboard depan mobil dengan menjanjikan uang sejumlah Rp. 500 ribu.

Kemudian sopir truk tersebut melihat dalam tas itu ada semacam bergerak kemudian sopir truk itu menghubungi petugas karantina.

Kemudian sopir truk tersebut melihat dalam tas itu ada semacam bergerak kemudian sopir truk itu menghubungi petugas karantina.

Kompol Budi mengungkapkan setelah dicek oleh petugas Karantina isi tas tersebut ternyata didalamnya ada binatang yang diduga seperti komodo, kemudian dari pihak karantina menghubungi pihak KSDA untuk diketahui secara pasti. Kemudian dari pihak BKSDA membenarkan bahwa binatang tersebut adalah Komodo dalam posisi mulut dilakban dan kaki terikat.

“Kemudian kami dari polres Manggarai Barat mendapat informasi tersebut dan mengejar pelaku utama yang sedang pesan tiket pesawat yang hendak terbang ke Bali,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan setelah dilakukan pendalaman ternyata pelaku tersebut pernah melakukan penangkapan anak Komodo sebanyak Lima kali, Tiga ekor anak komodo berhasil dijual sementara Dua ekornya itu mati. Yaitu yang pertama pada bulan Juni sebanyak 2 kali, kemudian bulan September 2 kali kemudian yang terakhir bulan Oktober yaitu hari ini yang kita ungkap.

” Tiga ekor anak komodo yang dijual oleh pelaku utama dengan harga berkisar antara 20 juta sampai 28 juta rupiah dan jualnya itu ada yang jual ke Bali dan juga pulau Jawa,” ungkapnya.

Kompol Budi Menambahkan anak Komodo ini ditangkap pada tanggal 16 Oktober 2023 sampai pada penangkapan kemarin baru satu kali dikasih makan dan kemarin ditemukan oleh pihak BKSDA dalam kondisi lemas dan mati.

“Kami dari Polres Manggarai Barat dengan pihak BkSDA akan terus melakukan pendalaman terhadap penyelundupan terhadap hewan satwa yang dilindungi ini. Dan kalau nanti ada pihak-pihak atau oknum yang terlibat dalam jual beli satwa liar yang dilindungi ini kami akan melakukan tindakan upaya hukum,” ucapnya.

Kompol Budi menghimbau kepada masyarakat Labuan Bajo agar tidak terpengaruh dengan tawaran orang-orang untuk menangkap Komodo untuk dijual.

“Jadi untuk masyarakat Labuan Bajo jangan sampai mau diiming-imingi oleh siapa pun itu untuk menangkap anak komodo untuk dijual karena hewan ini sangat rentan untuk punah. Kalau dilakukan penjualan terus menerus ia akan punah jadi sekali lagi saya sampaikan kami akan melakukan tindak tegas,” ucapnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

PMBB Bersama Pemcat Komodo Adakan Baksos di Kuliner Wisata Kampung Ujung 

8 Juni 2024 - 09:46 WIB

Klarifikasi Ketua FOKAL Labuan Bajo Soal Besaran Uang Pangkal dan Dasar Hukum Pendirian

31 Mei 2024 - 13:24 WIB

Residivis Pencuri HP Asal Welak Kembali Diamankan Polisi di Labuan Bajo

23 Mei 2024 - 10:00 WIB

Terima Kunjungan PJ Bupati Sala Tiga, Bupati Edi Endi Berikan Gambaran Dalam Menjaga Toleransi di Mabar 

22 Mei 2024 - 17:54 WIB

Respon Pemberitaan Sejumlah Media, Bupati Manggarai Barat Tegaskan LHKPN 2023 Sudah Dilaporkan 

22 Mei 2024 - 05:31 WIB

Anggota DPRD Mabar Pertanyakan Status Kepemilikan Tanah Kerangan Labuan Bajo

16 Mei 2024 - 16:47 WIB

Trending di News